Share with:


Biasanya Microsoft Excel digunakan untuk mengolah database dalam bentuk perhitungan ataupun dalam bentuk grafik dalam bidang statistika dan matematika. Dalam buku ini diperkenalkan aplikasi Microsoft Excel untuk keperluan titrasi asam-basa yang interaktif. Bagaimana cara membuat program titrasi asam-basa yang interaktif dijelaskan secara terperinci dan dilengkapi contoh-contoh soal dan aplikasinya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat untuk mencerdaskan pengetahuan anak bangsa tentang kimia, khususnya kimia larutan dan aplikasinya dalam titrasi asam-basa.

Tentang Penulis

Order Buku

Bab 1 MEMBUAT GAMBAR BURET

Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah salah satu program aplikasi yang berfungsi tidak hanya untuk mengolah angka, tetapi dapat juga digunakan untuk membuat laporan, diagram, grafik, dan media pembelajaran yang interaktif. Salah satu media pembelajaran interaktif yang dapat dibuat dari Microsoft Excel yaitu Titrasi AsamBasa. Peralatan utama yang dibutuhkan untuk titrasi yaitu buret dan labu Erlenmeyer, karena kedua alat tersebut merupakan wadah atau tempat larutan yang digunakan untuk titrasi. Buret digunakan untuk menempatkan larutan standar atau larutan titran, sedangkan labu Erlenmeyer digunakan sebagai tempat larutan sampel atau disebut juga dengan larutan titrat. Sedangkan peralatan lainnya seperti statif, klem, dan magnetic stirrer termasuk peralatan penunjang.

Buret adalah salah satu alat laboratorium yang terbuat dari kaca berbentuk silinder, memiliki garis ukur atau skala seperti pipet ukur atau gelas ukur, dan memiliki sumbat keran pada bagian bawahnya. Buret digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi tinggi seperti pada eksperimen titrasi. Titrasi merupakan salah satu metode analisis suatu sampel dalam kimia yang disebut dengan analisis volumetrik. Akurasi buret lebih tinggi daripada gelas kimia ataupun labu Erlenmeyer. Buret terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian kepala, bagian batang, dan bagian sumbat keran.

Bab 2 MERANCANG GAMBAR LABU ERLENMEYER

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengambil gambar labu Erlenmeyer dari program ChemDraw Ultra 8; 2. Mengambil potongan gambar labu Erlenmeyer menggunakan Crop; 3. Mengedit gambar labu Erlenmeyer dengan potongan gambar dasar putih; 4. Membuat gambar labu Erlenmeyer tembus pandang.

Labu Erlenmeyer memiliki bentuk kerucut yang terbuat dari kaca borosilikat. Ada beberapa macam ukuran labu Erlenmeyer yaitu, 25 mL, 50 mL, 100 mL, 250 mL, 500 mL, dan 1000 mL. Labu Erlenmeyer berfungsi sebagai wadah larutan sampel yang akan ditentukan konsentrasinya secara titrasi.

Bab 3 MERANCANG GAMBAR BAGAN TITRASI VOLUMETRI

Hot plate stirrer dan stirrer bar adalah seperangkat alat yang berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan cara pengadukan. Kedua alat ini disebut juga dengan magnetic stirrer. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini selain berfungsi sebagai pengaduk, dapat juga berfungsi sebagai pemanas sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.

Dalam merancang sebuah program titrasi diperlukan beberapa data yang berhubungan dengan larutan titran, larutan titrat, jenis titrasi, dan jenis indikator yang digunakan. Oleh sebab itu, diperlukan tabel pendukung untuk meletakkan beberapa informasi tersebut. Tabel pendukung adalah sebuah tabel yang berisi informasi mengenai volume (Va, Vb), konsentrasi (Ma, Mb), dan beberapa tetapan lainnya seperti Kw, Ka, dan Kb. Informasi mengenai larutan standar yang terdapat dalam buret, letak tabel ditempatkan di samping kiri gambar buret. Sedangkan, informasi tentang larutan sampel yang berada dalam labu Erlenmeyer ditempatkan dalam tabel di samping kiri labu Erlenmeyer.

Bab 4 MEMANFAATKAN FUNGSI TAB DEVELOPER

Tab Developer atau tab pengembang Excel dapat digunakan untuk melakukan berbagai hal di antaranya, 1) Menjalankan makro Excel, 2) Menjalankan makro yang telah direkam sebelumnya, 3) Menggunakan perintah XML, 4) Menggunakan ActiveX controls, 5) Membuat aplikasi untuk digunakan dengan program Microsoft Excel, dan 6) Menggunakan form controls di Microsoft Excel.

Dalam program titrasi interaktif ini, kita memanfaatkan form controls untuk menjalankan beberapa perintah, seperti mengatur volume larutan, mengatur konsentrasi larutan, memilih jenis titrasi dan indikator, serta mengatur fungsi menghidupkan dan mematikan (on/off) program. Form control yang akan digunakan tersebut ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itu, perlu dirancang secara khusus penempatan dari form control tersebut.

Bab 5 MENGAKTIFKAN PROGRAM TITRASI

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengaktifkan tombol Check Box dan conditional formatting; 2. Mengaktifkan tombol Spin Button dan conditional formatting; 3. Mengaktifkan tombol Combo Box dan conditional formatting; 4. Mengaktifkan tombol Option Button dan conditional formatting.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa tombol Check Box adalah tombol yang menampilkan hasil true/false. Jika true/false dihubungkan dengan conditional formatting, maka kata true/false dapat dimanfaatkan sebagai tombol on/off. Seperti yang terlihat pada (Gambar 5.1a), tombol Check Box tidak aktif sehingga tabel pendukung tidak terlihat, setelah kotak Check Box diaktifkan (dicentang) maka tabel pendukungnya terlihat dengan jelas.

BAB 6 MENENTUKAN pH LARUTAN

Titrasi asam-basa yang biasa dipelajari pada tingkat dasar terdiri atas empat jenis yaitu: (1) Titrasi antara asam kuat dengan basa kuat, (2) Titrasi antara basa kuat dengan asam kuat, (3) titrasi antara asam kuat dengan basa lemah, dan (4) titrasi antara basa kuat dengan asam lemah. Salah satu contoh titrasi asam kuat dengan basa kuat adalah titrasi HCl dengan NaOH. Dalam hal ini, larutan HCl sebagai titran (larutan standar) dan larutan NaOH sebagai titrat (larutan sampel). Reaksi yang terjadi selama titrasi menghasilkan garam yaitu: HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) + H2O(l).

Misalkan sebanyak 10 mL larutan NaOH 0,1M dititrasi dengan larutan standar HCl 0,1M. Hitunglah pH larutan a) sebelum titrasi, b) sebelum tercapai titik ekuivalen ,c) pada saat tercapai titik ekuivalen, dan d) setelah melewati titik ekuivalen.

BAB 7 PENGARUH pH TERHADAP WARNA INDIKATOR

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Membangun rumus hubungan antara jenis indikator dan pH larutan dengan warna larutan dalam sheet Microsoft Excel; 2. Mengubah warna larutan dalam labu Erlenmeyer sesuai dengan warna indikator dan pH larutan berdasarkan huruf yang muncul dalam Sel B21.

Indikator asam-basa merupakan senyawa kimia yang dapat berubah warna dalam larutan asam maupun dalam larutan basa. Ada beberapa jenis indikator asam-basa yang dapat digunakan, namun dalam program titrasi ini hanya dipilih tiga jenis saja yaitu, Fenolftalein, Bromtimol Biru, dan Metil Merah. Perubahan warna ketiga indikator tersebut berdasarkan trayek pH disajikan dalam (Tabel 7.1). Berdasarkan data pada (Tabel 7.1), diketahui bahwa perubahan warna indikator dipengaruhi oleh jenis indikator dan pH larutan. Pemilihan jenis indikator berhubungan langsung dengan Cell link pada Sel B8 yang diatur oleh tombol T5, sedangkan perubahan pH berhubungan dengan Sel B17. Hubungan antara warna larutan indikator terhadap pH larutan dapat disederhanakan menjadi simbol huruf abjad.

full text

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *